Accident

Malam ini begitu hampa sepi, angin sedikitpun tak berdesir di telingaku. Lelah badanku setelah menempuh perjalanan ke luar kota untuk menjemput temanku yang baru mengalami kecelakaan di Mojokerto. Sore tadi begitu cepat berlalu dengan kukendarai motor temanku begitu kencang untuk mengejar waktu sholat magrib agar sudah sampai di rumah sakit. Rumah sakit di daerah krian cukup jauh dari rumahku, aku harus menempuhnya selama empat puluh menit dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam.

Kasihan temanku, kaki kanannya patah akibat kecelakaan tersebut, tepatnya pada tulang pahanya patah jadi dua bagian akibat di tabrak oleh sebuah truk seperti sebuah tulang paha sapi yang di hantam kapak sang algojo hingga terbelah menjadi dua. Namun masih sedikit beruntung kaki kanannya tidak sampai putus akibat tabrakan itu. Dagunya sobek sehingga mendapat beberapa jahitan. Dan yang paling mengenaskan gigi serinya remuk hancur hingga hanya terlihat ompong ketika membuka sedikit mulutnya untuk bicara walau sebenarnya mulutnya tak sanggup untuk berbicara karena luka. Hingga yang terlihat pada wajahnya hanya wajah yang sudah lembam membiru dengan mulut penuh luka, ah tak tega aku untuk terus memandang wajahnya. Wajah yang semula terlihat tampan untuk ukuran orang-orang Indonesia kini bengkak penuh luka, tragis. Pacar yang diboncengnya saat itu pun tak kalah parah, salah satu tangannya patah dan terdapat memar pada kepalanya hingga ia harus segera dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo di Surabaya. Motor yang dikendarainya pun ringsek tak berdaya, setelah dihantam truk dengan daya mesin lebih dari seratus kali daya kuda dan kini menghuni di kantor polisi setempat.

Nasib temanku ini memang lebih beruntung jika dibandingkan dengan temanku yang lain. Kejadian itu terjadi hampir setahun yang lalu tepatnya dua minggu setelah hari raya idul fitri, hari besar untuk kaum muslimin termasuk aku. Sepulang dari kampungnya di daerah kota lumajang, temanku di tabrak oleh sebuah trailer hingga meninggal begitu perkiraan kata polisi. Kejadian itu tepatnya terjadi sekitar pukul empat pagi menjelang sholat subuh. Di sebuah daerah di perbatasan kota lumajang temanku di tabrak hingga tewas dengan luka mengerikan yakni tubuh bagian atas dan kedua kakinya terpisah dengan kondisi lambung yang sudah hancur dan ususnya telah keluar menghambur ke aspal jalan raya yang masih dingin akibat udara malam.

Kecelakaan memang sering terjadi, tiap hari selalu terjadi dan hanya akan meninggalkan bekas-bekas penyesalan yang tak akan pernah selesai. Sedikit orang yang akan bangkit dari keterpurukan akibat sebuah kecelakaan yang telah menimpanya namun dari apa yang telah terjadi hendaknya selalu jadi pelajaran yang benar-benar berharga dan dapat menjadi titik balik suatu kebangkitan.

Leave a Reply