kembali

kenikmatan yang tidak semua orang bisa menikmatinya, menjadi seorang manusia dengan kemauan dan kemampuan yang dapat kumiliki sedang banyak disekitarku orang yang masih kelaparan, mengemis demi sesuap nasi yang dapat menghidupinya hari itu juga masih banyak saudaraku yang tertimpa bencana dari yang namanya banjir,longsor, dan lain sebagainya yang tidak dapat aku sebutkan satu per satu. Namun dari apapun bentuknya kehidupanku saat ini, aku hanya bisa berusaha semoga apa aku lakukan dapat membawa kemaslahatan yang maghfiroh dan barokah bagi saudaraku khususnya dan bagi seluruh semesta yang selalu bertasbih memuji dengan tulus kepada-Nya.

Pujiku hanya untuk-Mu walau tak pantas hatiku apalagi ragaku tuk mengucap puja dan puji yang tertinggi hanya untuk-Mu. Tasbihkukuucapkan beriburibu kepada-Mu ke langit yang Kau karuniai dengan berjuta bintang dimalam ini, malam yang suci. Malam yang Kau beri kami sebuah perististirahatan yang begitu hangat hingga rasanya aku tak sanggup lagi untuk berbisik tasbih lirih dalam hati. Ingin kuteriakkan tasbih ini kehadirat-Mu, kehadirat-Mu Yang Maha Agung. Ufuk-ufuk langit yang kini hitam kelam sehitam dosa-dosa yang telah kulakukan semoga dapat menjadi hikmah dan pelajaran yang tak terkira besarnya bagi laras suka duka hidupku. Tahmidkukumandangkan kesegala penjuru barat dan timur, utara dan selatan yang tak terkira dimana batas itu berada, tak peduli lagi meskipun izroil kan menjemput namun dengan segala daya yang ada aku kan kumandangkan hingga matahari bergejolak dan planet-planet bergetar. Aku tahu tahmidku kepada-Mu tak tak sebanding dengan para rasul-Mu atau para malaikat-Mu tapi hanya ini, hanya ini, HANYA INI yang dapat makhluk hina ini lakukan. Kini takbirkukuledakkan kesegenap sempitnya hati ini, keselubung sempitnya urat nadiku, keseluruh aliran syaraf otakku yang tak kan mampu membendung kebesaran-Mu, keperkasaan-Mu, kekuasaan-Mu Sang Khalik Pencipta alam semesta hingga hitam dan putihnya.

Aku hanya dapat menangis saat aku berpapasan dengan seorang tua yang mendorong sebuah gerobak seorang diri. Di dalam gerobak itu terlihat dua bocah kecil sedang bermain tanpa tahu bagaimana orang tuanya harus mendorong gerobak yang begitu berat. Jika aku dilahirkan olehnya, ingin aku membantunya mendorong gerobak itu agar aku dapat sedikit meringankan bebannya. Di lain hari aku bertemu dengan seorang penjual makanan keliling yang sangat tua, mungkin lebih dari 60 tahun. Ia dorong gerobak makanannya dengan istrinya yang juga telah tua. Dalam bayanganku aku teringat dengan kedua orang tuaku yang menginjak telah memasuki usia 50 an, dalam hatiku aku tak mau kedua orang tuaku nanti merasakan hal-hal yang demikian beratnya di usianya yang telah layu. Saat kutunaikan sholat, dalam sujud kumohonkan kepada-Mu dengan segala kelemahan hamba dihadapan-Mu. Aku berkata kepada Sang Penguasa kejadian di segala penjuru dunia agar kau berikan pada pendorong gerobak yang telah memeras keringatnya demi kedua anaknya, aku mohon agar kau masukkan surga kedua orang tua penjual makanan yang telah menapaki tiap jengkal bumimu dengan kesetiaan dan kepatuhan. Dan akhirnya aku mohon kepadamu untuk menjadikanku anak sholeh yang dapat membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi kedua orang tuaku. Ya Allah, hamba tunduk dihadapanmu.

Ini bukan akhir dari sebuah awal, ini bukan sebuah harapan namun kepastian. Kita hanya datang, datang dengan segala kesederhanaan, kesederhanaan dalam berkata tanpa kebohongan, kesederhanaan dalam tampilan tanpa kepalsuan, kesederhanaan pandangan tanpa pengkhianatan dan kesederhanaan dalam perasaan tanpa keangkuhan.Ya Tuhan, tunjukilah aku jalan yang lurus seperti Rasul-Mu agar tak terjebak dalam kebohongan, kepalsuan,pengkhianatan dan keangkuhan. Akhirnya aku harus kembali pada-Mu, kembali dengan segala kesederhanaan kembali, Ya Tuhan ku hanya bertobat pada-Mu
Syukur kuucapkan pada-Mu yang telah karuniai berbagai kesempurnaan yang begitu dahsyat bagi hamba …………………………………………………………aku milik-Mu.

Leave a Reply